GOWES KELUARGA KE DELAPAN
cukup lama agenda gowes terhalang oleh kesibukan ditambah kembalinya kami ke jalan yg benar
namanya juga anak Tuhan, hari minggu mustinya utamakan ke gereja, bukannya jalan jalan
ini yg masih kami pikirkan gimana solusi agar keduanya bisa maksimal
hari ini kami berencana ke sebuah gereja di Bandung Timur, tidak saya sebut lokasinya agar gereja tersebut aman. udah biasa kan denger ada gereja ditutup
yg mungkin blm kalian denger adalah:
1. oknum pemerintah banyak dan sering menghalangi perijikan mendirikan gereja, bahkan dlm pilkada ada yg menjanjikan menutup 1 gereja setiap tahun (wow orang aneh ha..ha..ha)
2. secara sengaja diterbitkan undang2 yg mewajibkan minta restu dan ktp warga sekitar (yg notabene bukan kristen) lucu to ya... itu bukti bahwa hukum bisa digunakan untuk merugikan pihak lain
bahkan seorang kyai mengatakan "gereja ditutup krn ga berijin..lah apa masjid2 kita itu ada ijin nya?"... ini musti dicermati
jadi bukan omong kosong ketika dikatakan "mendirikan diskotik lebih mudah dari mendirikan gereja)
(stop sampai disini bahasan mengenai intoleransinya ya..)
kali ini terpaksa ga bisa foto foto krn si besar libur jadi hp ditinggal dirumah
tadinya kami pikir bisa minta foto temen di lokasi lalu di WA juga dah cukup
ibadah selesai tp langsung disambung dengan pembahasan mengenai ibadah padang (beribadah di alam terbuka)
diluar langit sudah begitu mendung jadi kami putuskan memanfaatkan waktu yg ada untuk segera pulang, kami kuatir kl si bayi yg kami bawa kehujanan (si bayi itu panggilan anak kami yg udah 3 tahun..kami biasa menyapanya hai bayi)
kami memang kehujanan tapi ga kehilangan semangat..beberapa kali berteduh bahkan sempat makan batagor kuah sambil berteduh di bawah pohon
ini cuplikan komunikasi radio antara kami tim gowes dan tim jaga rumah..loh kok jaga rumah sih?
jumlah sepeda blm cukup jd si besar mengalah dulu
ini posisi saat pulang udah 3/4 perjalanan
namanya juga anak Tuhan, hari minggu mustinya utamakan ke gereja, bukannya jalan jalan
ini yg masih kami pikirkan gimana solusi agar keduanya bisa maksimal
hari ini kami berencana ke sebuah gereja di Bandung Timur, tidak saya sebut lokasinya agar gereja tersebut aman. udah biasa kan denger ada gereja ditutup
yg mungkin blm kalian denger adalah:
1. oknum pemerintah banyak dan sering menghalangi perijikan mendirikan gereja, bahkan dlm pilkada ada yg menjanjikan menutup 1 gereja setiap tahun (wow orang aneh ha..ha..ha)
2. secara sengaja diterbitkan undang2 yg mewajibkan minta restu dan ktp warga sekitar (yg notabene bukan kristen) lucu to ya... itu bukti bahwa hukum bisa digunakan untuk merugikan pihak lain
bahkan seorang kyai mengatakan "gereja ditutup krn ga berijin..lah apa masjid2 kita itu ada ijin nya?"... ini musti dicermati
jadi bukan omong kosong ketika dikatakan "mendirikan diskotik lebih mudah dari mendirikan gereja)
(stop sampai disini bahasan mengenai intoleransinya ya..)
kali ini terpaksa ga bisa foto foto krn si besar libur jadi hp ditinggal dirumah
tadinya kami pikir bisa minta foto temen di lokasi lalu di WA juga dah cukup
ibadah selesai tp langsung disambung dengan pembahasan mengenai ibadah padang (beribadah di alam terbuka)
diluar langit sudah begitu mendung jadi kami putuskan memanfaatkan waktu yg ada untuk segera pulang, kami kuatir kl si bayi yg kami bawa kehujanan (si bayi itu panggilan anak kami yg udah 3 tahun..kami biasa menyapanya hai bayi)
kami memang kehujanan tapi ga kehilangan semangat..beberapa kali berteduh bahkan sempat makan batagor kuah sambil berteduh di bawah pohon
ini cuplikan komunikasi radio antara kami tim gowes dan tim jaga rumah..loh kok jaga rumah sih?
jumlah sepeda blm cukup jd si besar mengalah dulu
ini posisi saat pulang udah 3/4 perjalanan
Komentar
Posting Komentar